Definisi Imbalan
Arti dari Imbalan sebagai berikut upah sbg pembalas jasa,honorarium atau ba-lasan (berupa pujian, hukuman, dsb) atas tindakan yg dilakukan.
Imbalan terdiri dari 2 bagian yaitu Imbalan Interinsik dan Imbalan Ektrinsik.
Imbalan Intrinsik adalah Imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri,Imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian,prestasi,otonomi dan pertumbuhan.
yang dimaksut penyelesaian tugas adalah Kemampuan untuk memulai atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sejumlah individu. penyelesaian prestasi adalah Imbalan yang ditata tersendiri yang diperoleh jika seseorang mencapai suatu tujuan yang menantang(changing goal). Otonomi adalah suatu kebutuhan pribadi setiap individu untuk membuat keputusan dan bekerja tanpa diawasi secara ketat. pertumbuhan pribadi adalah Suatu pengalaman yang unik.
Imbalan Ektrinsik adalah Imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut mencakup : uang , status, promosi dan rasa hormat.
Imbalan uang adalah merupakan imbalan ektrinsik yang utama dan secara umum diakui bahwa uang adalah pendorong utama, namun jika karyawan tidak adanya hubungan antara prestasi dengan kenaikan yang pantas , uang tidak akan menjadi motivator yang kuat sehingga dalam isyu organisai perlu diciptakan suatu sistem penilaian prestasi yang jelas.
Status adalah Merupakan imbalan antarpribadi yaitu degan menugaskan individu pada pekerjaan yang berwibawa , manajer dapat mencoba meningkatkan/menurunkan status yang imiliki seseorang, tetapi rekan kerjanya tidak yakin bahwa rekan sekerjanya berjasa atas suatu pekerjaan tertentu kemungkinan status tersebut tidak diberikan. Rasa Hormat/pengakuan yaitu penggunaan manajerial atas pengakuan atau penghargaan melibatkan pengetahuan manajemen tentang pelaksanaan pekerjaan yang baik.
Promosi adalah Perpindahan seseorang dari suatu tempat /jabaan satu ke tempat/jabatan lain yang lebih tinggi.
Interaksi antara imbalan intrinsik dan ektrinsik
Asumsi umum ialah Bahwa imbalan intrinsik dan ektrinsik mempunyai pengaruh dan tambahan atas motivasi.Dalam hal ini Motivasi ditentukan oleh jumlah motivasi intrinsik dan ektrinsik seseorang.
Definisi Hukum
Hukuman adalah Pemberian suatu kejadian/tindakan yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positif setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya.
Hukuman dan perilaku.
E.L Thorndike(Reward and punisment in animal learning, Contemporary psychological monograph,1883,8,no.39).Mengemukakan bahwa hukuman memaksakan dampaknyan atas perilaku dengan melemahkan hubungan antara stimulus dan tanggapan(response) selanjutnya ia meninjau ulang tentang pernyataan tersebut ia membantah bahwa bilamana hukuman nampak melemahkan tanggapan , hal itu adalah merupakan dampak tak langsung.
Argumentasi kontra penggunaan Hukuman.
Disamping alasan moral yang digunakan untuk menentang penggunaan hukuman. Argumentasi penggunaan hukuman sebagai berikut.
- Penggunaan hukuman agaknya untuk mengurangi terjadinya perilaku tertentu yang sedang dikenai hukuman.
- Diasaumsikan oleh beberapa penyanggah bahwa penggunaan hukuman akan menghasilkan dampak sampingan yang tidak diharapkan.
- Dampak hukuman hanya bersifat sementara,dan ancaman hukuman ditiadakan,tanggapan yang diharapkan akan kembali seperti semula.
- Melalui belajar mengamati,Hukuman mungkin menghasilkan tanggapan negatif dari rekan sekerja terhadap orang yang dihukum.
Berdasarkan hal-hal diatas , maka ada beberapa persyaratan yang layak diterapkan dalam penggunaan hukuman secara lebih efektif yaitu.
1. Penentuan Waktu(Timing):Waktu penerapan hukuman adalah merupakan hal yang penting, hukuman dapat dilaksanakkan timbulnya tanggapan yang perlu dihukum, segera setelah tanggapan yang perlu dihukum, atau beberapa waktu kemudian dari anggapan.
2. Intensitas(Intensitas): Hukuman mencapai keefektifan yang lebih besar jika distimulus yang tidak disukai itu relatif kuat , maksutnya bahwa hukuman tersebut dapat mnghalangi perilaku yang umumnya disukai karena tindakan tersebut terlalu keras.
3. Penjadwalan(sceduling): Dampak hukuman tergantung dari penjadwalan , maksutnya bahwa hukuman menjadi efektif bila dilaksanakan berdasarkan jadwal berlanjut.
4. Kejelasan alasan(Claryfying the reasons): Kesadaran atau pengertian adalah memainkan peranan penting dalam hukuman. alasan tersebut memberikan secara pasti tentang hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan kepada orang yang bersangkutan.
5. Tidak bersifat pribadi(Impresional):Hukuman harus ditujukan pada suatu tanggapan khusus , hukuman ini kemungkinan kecil bahwa orang yang dihukum mengalami dampak emosional sampingan yang tidak diharapkan atau timbul kerenggangan hubungan permanen dengan manajer. hukuman dengan cara ini kemungkinan lebih positif dibanding dengan penerapan hukuman yang didasari emosi.
Daftar Pustaka
Robbins,Stephens P.,Organizasional Behavior, 7th ed ., Prentice Hall,inc.,1996.
Gibson,james L., John M. Ivancevich, James H. Donnelly, Jr., Organizations: Behavior, Structure, Processor, 7th ed., Irwin, Boston,1991.
No comments:
Post a Comment