Thursday, May 2, 2013

Proses Pengambilan Keputusan



Proses pengambilan keputusan.

Kontoversi partisipasi keputusan
Argumentasi pro
            Banyak ahli riset dan manager yang percaya bahwa sebagian besar organisasi
Banyak penelitian dan pendapat tentang isyu ini. Untuk tinjauan yang komprehensif,V.H Vroom dan P.W. yetton , leadership and Decision marking (Pittsburgh: university of  pittburgh press, 1973); Dan P Blumberg , industrial Democary: The Sociology of participation (New York: Schocken  books, 1974) lihat juga J.W. Discoll ,” Trust and participation in Organizational Decision Marking as Predictors  of satisfaction.” Academy of management journal, maret 1978, Halaman, 44-56; dan R.S.Sculer,”A Role and Expectancy perception  model of  participation in Decision marking,” Academy of management Journal, juni 1980,hal. 331-40.

         Ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan .
Semakin besar partisipasi  dalam pengambilan keputusan  akan meningkatkan keiketan kepada organisasi, keputusan kerja,pertumbuhan dan  perkembangan  pribadi , serta sikap menerima perubahan.

Tipe Keputusan.
Para manajer  merupakan penanggung jawab utama atas hasil sebuah keputusan.
Keputusan yang deprogram
        Keputusan yang deprogram merupakan  prosedur khusus yang dikembangkan untuk menanggulangi  berbagai macam masalah  rutin dan yang terjadi berulang-ulang.
        Berbagai cara untuk mengklarifikasikan  tipe keputusan  yang berbeda , sebagian besar system klarifikasi ini  serupa: perbedaanya hanya terletak pada terminology. Ini diusulkan oleh Herbert Simon.
1. Keputusan yang deprogram . jika terjadi  sebuah situasi istimewa , seringkali prosedur rutin  digunakan untuk menyelesaikannya, oleh karena itu Keputusan deprogram  hingga  bersifat  rutin  dan terjadi berulang-ulang dan kemudian dikembangkan  prosedur yang pasti  untuk menanggulanginya.

Keputusan yang tidak deprogram
       Banyak masalah manajemen yang unik dan kompleks. Masalah semacam itu merupakan keputusan yang tidak deprogram.
2. Keputusan yang tidak deprogram. Keputusan tidak akan deprogram jika sifatnya baru dan tidak tersetruktur. Oleh karena itu , tidak ada prosedur tertentu.

Proses pengambilan keputusan:
Keputusan 
       Keputusan merupakan  suatu sarana untuk mencapai hasil atau untuk memecahkan masalah. Hasil
sebuah proses yang dipengaruhi  oleh berbagai  factor disebut Keputusan.
Keputusan Harus dianggap lebih sebagai cara ketimbang sebagai tujuan . keputusan merupakan mekanisme organisasi  untuk melakukan  upaya mencapai  keadaan yang diinginkan .Yang dimaksut keputusan adalah Tanggapan Organisasi  atas sebuah Masalah.
        Bahwa keputusan yang tidak di program lebih dapat diterapkan  dari pada keputusan yang deprogram. Masalah yang sering terjadi banyaknya ketidak pastian Mengharuskan Manajer  untuk mendayagunakkan  seluruh proses.  

Menetapkan  Tujuan dan sasaran khusus Serta mengukur Hasilnya.  
        Organisasi Memerlukan tujuan dan sasaran dalam setiap bidang dimana prestasi mempengaruhi keefektifan organisasi.Jika sasaran dan tujuan sudah ditetapkan  secukupnya maka dapat ditentukan hasil  yang harus dicapai dan ukuran dan akan menunjukkan apakah hasil tadi sudah tercapai atau tidak.  
Gambar.


 
Mengidentivikasi Masalah
         Kondisi yang diperlukan  bagi  suatu keputusan ialah Adanya masalah. Jikan tidak terdapat  masalah , maka Tidak ada gunanya mengambil Keputusan. Hal ini menekankan betapa pentingnya penetapkan tujuan dan sasaran. Masalah timbul Jika terdapat kesengajaan  antara hasil yang diinginkan  dengan hasil Aktual. Akan tetapi Faktor-faktor seringkali menyebabkan kesulitan untk mengidentivikasi. Faktor-faktor tersebut ialah:

Masalah Persepsi
          Masalah persepsi melindungi atau mempertahankan  kita dari persepsi tidak menyenangkan. Sebagai contoh: Seorang dengan perguruan tinggi tidak berhasil mengidentivikasikan  peningkatan ukuran kelas  sebagai sebuah masalah,pada saat bersamaan  dia merasa peka terhadap  masalah  yang dihadapi oleh rector universitas  dalam mengumpilkan  dana bagi perguruan tinggi.

Menetapkan Masalah dalam kaitannya dengan pemecahanya.
           Menetapkan Masalah dalam kaitannya dengan pemecahanya ini sebenarnya  merupakn bentuk  pengambilan kesimpulan  yant tergesah-gesah. Contohnya : Seorang manajer penjualan mungkin berkata bahwa “ Turunya keuntungan disebabkan rendahnya mutu produk kami”.  

Mengidentivikasi Gejala sebagai Masalah. 
           "Masalah kami ialah Kemrosotan sebesar 32% dibidang pesanan.”  Kemrosotan itu merupakkan  gejala masalah, dan Penyebab Kemrosotan akan ditemukan. BIasanya, Masalah itu terdiri atas 3  tipe yaitu: Peluang,Krisis,atau Rutin. Masalah krisis dan Rutin biasanya Muncil dengan sendirinya dan itu harus di perhatikan. Sebaliknya Peluang biasanya harus ditemukan.  

Mengembangkan Alternatif
             Sebelum keputusan diambil , Harus dikembangkan Kemungkinan alternative dan Kosekuensi Potensial. Setiap Alternatif  harus  dipertimbangkan .Proses pengkaji lingkungan intern dan ekstern guna untuk menyediakan Informasi. Wiraniaga kurang terlatih  penyebab  merosotnya penjualan.  

Mengevaluasi Alternatif.  
              Alternatif itu harus dievaluasi dan dipertimbangkan.Tujuan untuk mengambil Keputusan ialah menyeleksi yang akan membuahkan hasil yang paling disukai dan hasil yang kurang disukai. Pengambilan keputusan  harus berpedoman  pada tujuan  dan sarana yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Hubungan Hasil alternative  didasarkan pada  tiga kondisi kemungkinan, yakni: 
1.Kepastian.
2.Ketidak Pastian.
3.Resiko. 

Memilih sebuah Alternatif. 
               Tujuan menyeleksi  Sebauh Alternatif  ialah Untuk memecahkan masalah  guna mencapai sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya.Segi ini sangat penting. Bahwa Keputusan  bukan merupakan Tujuan , Melainkan  hanya  cara mencapai tujuan.
Dapat  juga terjadi  situasi dimana tujuan perusahaan  mencapai  dengan mengorbankan tujuan masyarakat. Realita semacam itu  jelas terlihat dari  semakin banyaknya jumlah kelompok  ekologi , pecinta lingkungan hidup, dan gerakan  konsumen. Jadi pengambilan keputusan  bukanlah seorang yang mengoptimumkan , melainkan  seorang yang berusaha memuaskan yang memilih Alternatif untuk memenuhi standar yang dapat diterima.. 
Memilih Sebuah Alternatif.Tujuan menyeleksi  Sebauh Alternatif  ialah Untuk memecahkan masalah  guna mencapai sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya.Segi ini sangat penting. Bahwa Keputusan  bukan merupakan Tujuan , Melainkan  hanya  cara mencapai tujuan.
Dapat  juga terjadi  situasi dimana tujuan perusahaan  mencapai  dengan mengorbankan tujuan masyarakat. Realita semacam itu  jelas terlihat dari  semakin banyaknya jumlah kelompok  ekologi , pecinta lingkungan hidup, dan gerakan  konsumen. Jadi pengambilan keputusan  bukanlah seorang yang mengoptimumkan , melainkan  seorang yang berusaha memuaskan yang memilih Alternatif untuk memenuhi standar yang dapat diterima. 

Melaksanakan Keputusan.  
               Setiap keputusan  menyerupai sebuah abstraksi jika tidak dilaksanakkan.  Keputusan harus dilaksanakan secara Efektif untuk mencapai tujuan keputusan yang baik “bagus” dan menjadi rusak  karena pelaksanaannya  yang tidak baik. Tugas  Seorang manajer bukan hanya memilih  cara pemecahan yang baik  tetapi juga mengubah  pemecahan tersebut  menjadi perilaku Organisasi. Dengan cara Berkomunikasi  secara efektif dengan individu serta kelompok. 

Pengendalian dan Evaluasi. 
                Manajemen yang Efektif mencakup upaya pengukuran hasil  secara berkala. Hasil yang actual dibandingkan Hasil yang direncanakan(sasaran), dan jika terdapat penyimpangan , maka harus diadakan perubahan. Jika sasaran semula  harus diubah , maka keseluruhan proses pengambilan keputusan harus dilakukan  kembali. Segi yang peting adalah Bahwa jika sebuah keputusan sudah dilaksanakan , seorang manajer tidak dapat berasumsi bahwa hasilnya akan memenuhi sasaran semula. Diperlukan system pengendalian dan evaluasi  untuk menjamin Hasil Aktual konsisten dengan  hasil yang direncanakan. 


 ames L.Gibson,John M.ivancevich,James H.Donnelly,jr.(1985).Editor(Agus Dharma,SH.,M.Ed.(1993).Organisasi(Organizations,5th Edition).Jakarta10430:(Anggota IKAPI)Erlangga.

No comments:

Post a Comment